Jumat, 10 April 2009

Dendeng Batokok dari Riau


Dendeng ini jadi salah satu menu makan siang sehabis nyontreng Pemilu, kebetulan undangan pemilu keluarga besar ada dirumah, jadi sekalian ngumpul2 seru juga ... dan seperti biasa dendeng duluan yang ludes.
Dendeng Batokok rasanya gurih, pedas kalau cabe ijonya digigit dan ada sedikit rasa asam, oily karena memang disiram dengan minyak panas yang sudah dibubuhin 1-2 sdm butter/margarine. Dendeng batokok ini terinspirasi dari DB dirumah makan di daerah Pekanbaru-Riau persisnya di wilayah Tangkerang [agak curious, masik exist gak ya ? udah luama banget gak ke Riau], kalau jalan2 ke Pekanbaru belum afdol rasanya kalau gak mampir kesana.

Dendeng Batokok paling enak dimakan dengan nasi panas, nasi disiram sedikit minyak dendeng yang gurih, sedikit rasa asam dari jeruk purut [hmmm jangan mikir kolesterol ya :)

Bahan:
1 kg daging dendeng [dipasar biasanya para butcher udah jago memotong pipih khusus untuk dendeng
bumbu dihaluskan
5 butir bawang putih
2 cm jahe
5 butir kemiri
1 sdt ketumbar bubuk
garam sesuai selera

Cara:
Marinade daging dendeng dengan bumbu yang sudah dihaluskan minimal 1 jam.
Goreng 1/2 matang kemudian dipukul2 hingga pipih.
Siapkan wajan dengan minyak baru lalu goreng hingga garing
Garnish:
Iris tipis 10 bh Cabe hijau muda [boleh campur rawit hijau],
8 butir bawang merah.
Susun dendeng yang sudah digoreng dalam piring, taburi irisan cabe hijau dan bawang merah.
Panaskan kembali minyak sisa menggoreng dendeng, masukkan 1-2 sdm butter/margarine kemudian kucurkan minyak pada tumpukan dendeng dan cabe, terakhir siramkan perasan air jeruk purut.....
Slurup .... jadi lapar lagi nih
Batokok = Ditokok = Dipukul-pukul
Dilaporkan oleh Nelsi

Enjoy...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar